Rahasia Buah Delima


Manfaat Buah Delima.jpgMajalah Wanita – BUAH delima merupakan salah satu bahan yang kerap digunakan pada hampir semua produk perawatan kulit dan kecantikan. Begitu melirik rak supermarket, Anda pasti mudah menemukan rangkaian body lotion, pelembap, ataupun body wash mengandung buah delima.

Mari menelusuri manfaat lebih jauh jus buah delima bagi kesehatan tubuh. Bagi para pencinta buah delima, Anda akan senang mengetahui bahwa dalam bentuk cair, jus delima juga memberikan berbagai manfaat.

Menurut Carefair, jika Anda membutuhkan kandungan antioksidan dalam porsi besar, maka jus delima adalah jawabannya. Minuman ini sebenarnya mengandung lebih banyak antioksidan. Faktanya, kandungan antioksidan jus delima tiga kali lebih banyak dibanding red wine atau bahkan teh hijau.

Delima kaya akan antioksidan polyphenols, seperti tannin dan anthocyanin. Penelitian medis telah menunjukkan bahwa pasien yang mengonsumsi jus delima setiap hari dapat merasakan berbagai keuntungan, yakni kadar kolesterol menurun, memeroleh vitamin C lebih banyak, serta aliran darah ke jantung meningkat. Ini berarti jus delima juga efektif untuk menjaga jantung supaya tetap sehat dan menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke.

Sebagai minuman, jus delima juga dapat mencegah dan memperlambat efek penyakit Alzheimer, menurunkan tekanan darah, menjaga agar arteri tidak tersumbat oleh penumpukan plak, mencegah kerusakan tulang rawan, dan menjaga kesehatan gigi. Jadi konsumsi buah delima yuuuu….. 😀

Buah Yang Menyebabkan Keputihan


Penyebab keputihan.jpgMajalah Wanita – Keputihan (vaginal candidiasis) atau infeksi di bagian kewanitaan utamanya disebabkan jamur candida, selain juga oleh bakteri. Jamur yang tumbuh di vagina secara berlebihan ini dipicu beberapa faktor di antaranya asupan makanan. Konsumsi makanan berkadar gula tinggi menjadi faktor risiko munculnya keputihan. Contohnya donat, permen, serta makanan manis lainnya yang dikonsumsi berlebihan.

Dikatakan juga oleh dokter spesialis obstetri dan ginekologi, dr Budi Iman Santoso, SpOG (K), terdapat tiga buah yang menyebabkan keputihan jika dikonsumsi berlebihan, yakni nenas, bengkoang, dan mentimun.

“Jika makanan ini dikonsumsi tidak berlebihan dan makan makanan dengan menu seimbang, tentunya tak lantas menyebabkan keputihan. Bukan berarti jenis makanan ini tak boleh dikonsumsi,” kata dr Budi, di sela kegiatan Healthy Chit Chat dari Pfizer Woman Care di Jakarta, Sabtu (21/8/2010) lalu.

Mengurangi makanan yang memicu risiko keputihan menjadi salah satu cara mencegah penyebaran jamur di vagina. Cara lain yang bisa dilakukan perempuan adalah dengan menjaga kebersihan tubuh terutama organ intim.

“Seringkali kulit pada lipatan paha berbeda warna, karena basah, tertutup dan tidak pernah dibersihkan dengan baik, selain juga karena menggunakan pampers atau panty liner. Hal ini mendorong timbulnya jamur,” papar dr Budi.

Menurut dr Budi, perempuan perlu lebih peduli mengenai kebersihan area vaginanya untuk mencegah keputihan. Bagaimanapun, salah satu penyakit yang paling umum diderita perempuan ini memiliki risiko dan tidak bisa dianggap sepele. Memiliki vagina yang sehat tentunya akan menghindarkan perempuan dari berbagai risiko penyakit seputar area kelamin.

Sponsor : CRYSTAL X Mengatasi Masalah Kewanitaan