Mengatur Jarak Kehamilan


mengatur jarak kehamilanMajalah Wanita – Dikaruniai momongan adalah cita-cita setiap pasangan yang bersama membangun bahtera rumah tangga, anak biasa dijadikan symbol kebanggaan bagi orang tua, memiliki anak yang sehat tentunya dambaan dari setiap orang tua bukan? Nah mengatur jarak kehamilan, berperan penting dalam program anak sehat dan juga secara langsung berpengaruh terhadap kesehatan ibu.

Jarak ideal untuk kehamilan berikutnya setelah si kecil lahir adalah 2 sampai 5 tahun. Disamping bertujuan agar si kecil mendapat cukup masa menyusui ASI dari sang bunda yang kaya akan manfaat, juga mempersiapkan si kecil agar sedikit faham tentang konsep saudara ( adik ) agar bisa menerima aiknya di kemudian hari.

Jarak ideal ini juga menjadikan bunda siap tidak hanya batin saja namun juga secara fisik benar-benar matang dah siap untuk mengandung anak berikutnya, dengan demikian kehamilan yang sehat tentunya juga akan memberikan rasa nyaman dan aman baik pada bunda atau pada si calon jabang bayi nantinya.

Mengatur jarak kehamilan juga berperan penting dalam sektor finansial, kehamilan yang terlalu berdekatan tentunya juga harus mempersiapkan kelaihan si mingil secara ekstra dalam waktu yang berdekatan. Kuncinya adalah, kesiapan finansial dan kesiapan orang tua, karena memelihara anak adalah kewajiban yang sebenarnya menjadi konsekwensi kita sebagai orang tua, sudah siapkah Anda untuk Momongan berikutnya ?

Sponsored By :

Crystal X

Membersihkan Area Kewanitaan Secara Sepontan

Cara Memerah ASI dan Manfaatnya


cara memerah asi dan manfaat nyaMajalah Wanita – Air Susu Ibu (ASI) bisa diperah dengan dua cara, yaitu dengan pompa ASI atau dengan tangan. “Terkadang sebagian ibu agak kurang nyaman saat harus memerah ASI dengan pompa. Maka memerah dengan tangan jadi cara yang lebih nyaman dan murah,” jelas Inna Banani dari Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) saat kelas New Parent Academy di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Ada beberapa aturan yang harus dilakukan agar proses pemerahan ASI dengan tangan bisa lebih nyaman. Misalnya, posisi duduk harus tegak, tidak boleh menekan payudara terlalu dalam, dan lain-lain.

“Pada awalnya, ASI memang akan keluar sedikit demi sedikit. Agar ASI keluarnya lebih lancar, Anda bisa menggunakan teknik memerah ASI Dr Marmet,” sarannya.

Teknik memerah ASI yang memadukan antara teknik pemijatan (massage) dan urut (stroke) payudara ini dikembangkan oleh Dr Chele Marmet, seorang konsultan laktasi yang menjadi direktur Lactation Institute di California. Inna mengungkapkan bahwa metode ini menjadi salah satu metode memerah ASI yang banyak disukai ibu menyusui. Bagaimana caranya?

  1. Pastikan Anda sudah mencuci bersih kedua tangan sebelum memerah. Kemudian siapkan wadah untuk menampung ASI.
  2. Mulailah gerakan memijat (massage) dari pangkal payudara. Gunakan 2-4 jari tangan untuk memijat payudara dengan membentuk gerakan melingkat kecil berkelanjutan (spiral) secara lurus ke arah puting.
  3. Kemudian lakukan gerakan urut (stroke) dengan menggunakan buku-buku jari, dari pangkal payudara sampai ke arah puting. Buat gerakan seperti sedang “mengulek” dengan lembut. Lakukan langkah ini pada kedua payudara, kemudian perah masing-masing payudara selama 5-7 menit.
  4. Setelah memerah, lakukan lagi gerakan ini dari massage dan stroke, kemudian perah lagi selama 3-5 menit.
  5. Ulangi lagi massage dan stroke, kemudian perah lagi payudara selama 2-3 menit.

Manfaat Memerah Asi
Dalam beberapa kondisi seperti bayi lahir prematur, ibu tak bisa langsung menyusui bayinya. Padahal, ASI sangat dibutuhkan si bayi untuk bisa berkembang dan mendapatkan gizi yang cukup. Satu-satunya cara adalah si kecil harus minum ASIP (Air Susu Ibu Perah) yang diberikan melalui sendok.

“Ketika menghadapi kasus bayi prematur, banyak ibu yang pasrah ketika mereka tidak bisa menyusui bayinya secara langsung dan memilih untuk memberikan susu formula. Padahal Anda masih bisa memberikan ASI pada si kecil dengan cara memerahnya,” ungkap Inna Banani, dari Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia saat kelas New Parent Academy di Jakarta.

Selain bisa tetap memberi ASI pada si kecil dalam keterbatasan kondisi, memerah ASI ternyata juga banyak manfaat, antara lain:

  1. Mengurangi bengkak pada payudara, sumbatan, atau stasis (penyumbatan atau perlambatan dalam aliran darah) ASI.
  2. Memberi makan bayi yang mengalami kesulitan dalam mengisap payudara.
  3. Memberi makan bayi yang menolak menyusu.
  4. Memberi makan bayi sakit yang tidak dapat mengisap ASI dengan cukup.
  5. Mempertahankan suplai ASI ketika bayi atau ibunya sakit, sehingga si bayi masih bisa minum ASIP yang berkualitas.
  6. Menyediakan stok ASI untuk bayi ketika ibu bekerja.
  7. Membantu bayi melekat pada payudara yang penuh atau bengkak.
  8. Membantu meningkatkan produksi ASI untuk relaktasi ( proses menyusui kembali yang dilakukan setelah beberapa hari, beberapa minggu, bahkan beberapa tahun setelah berhenti) atau induced lactation (menyusui tanpa melahirkan).