Kendala Perfilman di Negara-negara ASEAN


 

Majalah Wanita Festival Film ASEAN yang digelar di Bali mengusung tema ‘ASEAN:The Global Film Connection’. Ini menunjukkan semangat para sineas di negara-negara ASEAN untuk membuat film yang bermutu dan berkualitas agar diterima publik dunia.


Tentu, semua negara ingin menghasilkan film-film yang bagus. Tetapi, untuk mewujudkan hal tersebut tidaklah mudah seperti membalikkan telapak tangan.


Berbagai kendala kerap menahan langkah para pembuat film di negara ASEAN. Kendala yang sering ditemukan adalah masalah biaya produksi. Dan ini dialami hampir di beberapa negara ASEAN.


Seperti di Filipina, produser dari negara tersebut, Jose Miguel De La Rosa, mengungkapkan hal serupa. De La Rosa menambahkan industri film di negaranya sedang berkembang pesat terutama film independen.


Sayangnya, di tengah kemajuan itu, tak bisa dipungkiri kendala finansial sering menjadi batu sandungan. Dukungan pemerintah setempat memang membantu. Mereka berharap ada investor yang bersedia memberikan suntikan dana.


Kasus yang sama juga terjadi di Laos. Padahal, saat ini mereka berusaha untuk menggerakkan industri perfilman di negaranya. “Karena masalah ini (dana), kami sulit untuk membuat film bagus yang berkelas,” kata sutradara asal Laos, Anousone Sirisackda saat ditemui di Planet Hollywood, Bali.


Sementara itu, di Indonesia, kesulitan yang dialami lebih pada masalah distribusinya. Maksudnya, karena jumlah bioskop di Indonesia dianggap belum ideal. Jumlah layar di Indonesia itu hanya sekitar 590-an.


“Sekitar 120-an kabupaten di Indonesia belum punya bioskop,” kata Lalu Roisamari, Sekretaris Festival Film ASEAN.


Dengan sedikitnya layar bioskop, tidak semua orang bisa menikmati film. “Makanya, saat ini kami masih berusaha cari penonton dalam negeri dulu. Kalaupun sampai keluar negeri itu bonus. Untuk box office saja, film Laskar Pelangi, penontonnya hanya sekitar 5 juta,” ucapnya. Ia pun berharap ada pengusaha yang bersedia membangun gedung bioskop.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s